Bumi Harmoni

  I  

Kenalan dengan SKA LPJK

Kenalan dengan SKA LPJK



SKA adalah singkatan umum dari Sertifikat Keahlian. SKA atau Sertifikat Keahlian diterbitkan oleh LPJK dan diberikan kepada tenaga ahli konstruksi yang telah memenuhi persyaratan kompetensi berdasarkan disiplin keilmuan, kefungsian dan/atau keahlian tertentu. Sertifikat Keahlian dikeluarkan berdasarkan keahlian tenaga ahli konstruksi sesuai dengan syarat kompetensi yang merumpunkan dari deskripsi ilmu, bidang, keahlian, kefungsian dan penerapan (LPJK, 2020).

SKA dibuat dengan undang-undang hukum yang valid, yaitu tertuang dalam Pasal 8 Undang – Undang N0. 2 Tahun 2017 tentang jasa konstruksi yang dimana tertulis bahwa registrasi, dan syarat SKA diterbitkan oleh LPJK yang berguna untuk menghasilkan pekerja konstruksi yang kompeten.

Sertifikat Keahlian atau SKA memiliki Klasifikasi Tenaga Ahli meliputi bidang arsitektur, sipil, mekanikal, elektrikal, tata lingkungan dan manajemen pelaksanaan. SKA atau Sertifikat Keahlian ditunjukan untuk tenaga ahli yang memiliki jenjang pendidikan minimal D3 sesuai bidangnya, atau perusahaan konstruksi dengan kategori Menengah (M1, M2) dan kategori Besar (B1, B2).

Salah satu persyaratan utama untuk mengajukan permohonan Sertifikasi dan Registrasi Badan Usaha dibidang Jasa Konstruksi baik golongan kecil, menengah ataupun besar harus memiliki tenaga ahli bersertifikat keahlian (SKA) untuk ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Teknik (PJT) atau Penanggung Jawab Bidang (PJB).

Kualifikasi untuk Sertifikat keahlian diantaranya; Ahli Muda, Ahli Madya dan Ahli Utama.

SKA Ahli Muda dipersyaratkan bagi perusahaan yang berkualifikasi Menengah (M1), dengan nilai modal disetor yang tercantum dalam AKTA atau nilai kekayaan dalam SIUP senilai DIATAS Rp. 500 juta hingga Rp. 10 Milyar.

SKA Ahli Madya dipersyaratkan bagi perusahaan yang berkualifikasi Menengah 2 (M2), dengan nilai modal disetor yang tercantum dalam AKTA atau nilai kekayaan dalam SIUP senilai DIATAS Rp. 10 Milyar hingga Rp 50 Milyar.

SKA Ahli Utama dipersyaratkan bagi perusahaan yang berkualifikasi Besar 1 & 2 (B1/B2), dengan nilai modal disetor yang tercantum dalam AKTA atau nilai kekayaan dalam SIUP senilai DIATAS Rp 50 Milyar keatas.

Syarat Proses SKA - Sertifikat Keahlian

1.Tentukan bidang / klasifikasi usaha yang akan dijalankan: Bidang atau Kode Klasifikasi yang anda pilih akan menentukan jumlah dan syarat teknik tenaga ahli yang dibutuhkan. Misalnya perusahaan melakukan pekerjaan konstruksi jalan raya, maka tenaga ahli yang dibutuhkan adalah tenaga ahli yang berijazah / lulusan S1 Teknik Sipil.
2.Copy ijazah tenaga ahli: Copy Ijazah yang dimaksud harus dilegalisir oleh sekolah yang mengeluarkan ijazah tersebut.
3.Copy identitas tenaga ahli,  yaitu copy KTP, KK.
4.Copy NPWP Pribadi Tenaga Ahli 
5.Melampirkan Curriculum Vitae (CV): harus diisi dengan lengkap dan berisikan pendidikan formal hingga non formal, serta menginformasikan pengalaman kerja Tenaga Ahli berikut proyeknya.
6.Siap mengikuti interview: Tenaga ahli wajib hadir saat interview via zoom meeting yang akan dijadwalkan, saat sertifikasi akan diterbitkan oleh LPJK

 

 

Referensi

LPJK. (2020, June). SKA. LPJK.Info. https://lpjk.info/ska-tenaga-ahli-konsultan/

 

 

Komentar